
Dwi Suryo Indroyono Soesilo dilantik sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat
Dwi Suryo Indroyono Soesilo dilantik sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat oleh Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2025. Dengan pengalaman di bidang maritim dan pemerintahan, Indroyono diharapkan dapat memperkuat hubungan Indonesia–AS dalam berbagai sektor strategis.
Profil Singkat Indroyono Soesilo
Indroyono Soesilo lahir pada 27 Maret 1955 di Bandung, Jawa Barat. Ia dikenal sebagai tokoh penting dalam dunia teknologi, khususnya penginderaan jauh dan pengelolaan sumber daya alam. Indroyono menamatkan pendidikan sarjananya di Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1978.
Kemudian, ia melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan meraih gelar Master of Science di bidang Remote Sensing dari University of Michigan pada tahun 1981, serta gelar Doktor di bidang Geologic Remote Sensing dari University of Iowa pada tahun 1987.
Karier dan Pengalaman Pemerintahan
Indroyono Soesilo bukanlah sosok asing dalam pemerintahan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada periode pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dari 27 Oktober 2014 hingga 12 Agustus 2015. Sebelumnya, ia juga memimpin Badan Riset Departemen Kelautan dan Perikanan.
Indroyono bukan pewaris jabatan biasa, karena ayahnya, Soesilo Soedarman, merupakan mantan Dubes RI untuk AS periode 1986–1988, sekaligus tokoh senior yang pernah menjabat beberapa posisi menteri di era Presiden Soeharto.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menunjuk Indroyono Soesilo sebagai Dubes RI untuk AS karena kemampuannya yang mumpuni dalam bidang diplomasi dan kerja sama internasional. Tujuan utama penunjukan ini adalah memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam jangka panjang.
Hasan Nasbi menyampaikan, “Penunjukan Indroyono sebagai duta besar merupakan langkah strategis untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan diplomasi Indonesia dengan Amerika Serikat secara menyeluruh.” Hasan juga menambahkan bahwa keputusan ini mempertimbangkan situasi global yang dinamis serta hak prerogatif Presiden dalam pengangkatan duta besar.