
Kementan mengeluarkan peringatan kepada seluruh peternak Indonesia terkait meningkatnya penyebaran penyakit African Swine Fever.
Kementerian Pertanian (Kementan) mengeluarkan peringatan kepada seluruh peternak Indonesia terkait meningkatnya penyebaran penyakit African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika di kawasan Asia Pasifik.
Wabah ini merebak di beberapa negara, termasuk China, Vietnam, Kamboja, dan Malaysia. Oleh karena itu, peternak Indonesia diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan atas kemungkinan adanya penyebaran di wilayah-wilayah Indonesia.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Agung Suganda, menegaskan bahwa ASF merupakan ancaman serius bagi populasi babi. Penyakit ini sangat menular dan mematikan bagi babi, meski tidak menular ke manusia.
“Kami mendorong pemerintah daerah, petugas kesehatan hewan, dan peternak untuk meningkatkan kewaspadaan. Biosekuriti ketat adalah kunci pencegahan, dan setiap kasus yang mencurigakan harus segera dilaporkan melalui iSIKHNAS (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional) agar bisa ditangani cepat,” ujar Agung, Senin (25/8/2025).
Agung menyebut Kementan juga telah menerbitkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 8492 tanggal 19 Agustus 2025, yang mengatur kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi masuk dan menyebarnya ASF di dalam negeri.
Surat edaran tersebut ditujukan kepada dinas peternakan tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, otoritas veteriner, asosiasi, serta organisasi profesi dokter hewan, di mana Kementan meminta daerah menyiapkan rencana aksi pengendalian dan mitigasi risiko, serta melakukan profiling peternak, pedagang, dan pengepul babi.
Selain itu, daerah juga diminta memetakan jalur distribusi ternak untuk deteksi dini, memperketat pengawasan kesehatan babi, melaporkan gejala ke iSIKHNAS, serta menjalankan surveilans berbasis risiko di wilayah padat populasi babi.