
Perusahaan Umum DAMRI (Perum DAMRI) memperkuat komitmennya dalam menyukseskan mudik Lebaran 2025 dengan menyiapkan layanan prima yang terintegrasi. Hal itu dilakukan mulai dari kesiapan armada, kesiapan captain atau pramudi, fasilitas stasiun yang direvitalisasi, hingga inovasi digital.
Hal ini terlihat dari tinjauan langsung Direktur Utama DAMRI, Setia N. Milatia Moemin dan Senior Vice President Komersil dan Pengembangan Usaha, Agus Hari Survijanto pada puncak arus mudik, di Stasiun DAMRI Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (27/03/2025).
Sebagai bagian dari komitmen mendukung mobilitas pemudik Lebaran 2025, DAMRI menyiapkan layanan terbaik dengan mengedepankan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan.
“Pertama adalah mempersiapkan armada semua laik jalan. Kedua, dari sisi pramudi, kami memastikan mereka fit to work dengan pemeriksaan kesehatan dan kesiapan mental,” tutur Agus.
Dukungan DAMRI terhadap para pemudik juga terlihat dari kesiapan para pramudi. Mereka telah menjalani pelatihan ketat untuk memastikan perjalanan mudik aman dan lancar.
“Sebelum musim mudik, pramudi haru menjalani pemeriksaan menyeluruh. Tes darah, urine, gula, dan kolesterol dilakukan secara ketat. Jika tidak dinyatakan layak, kami tidak diperbolehkan beroperasi,” ucapnya.
Mereka diwajibkan untuk bergantian setelah 4 jam dan dikontrol penuh melalui komunikasi melalui central room. Kalau mengantuk, dapat diketahui dengan segera untuk melakukan antisipasi.
“Terdapat SOP dimana para pramudi tidak boleh mengendarai bus lebih dari 4 jam. Kami harus istirahat kalau yang kurang 5 jam di antara jam itu harus istirahat di rest area.”
Selain dalam kondisi fit secara fisik dan mental untuk mengemudi, para pramudi DAMRI juga dibekali dengan kesiapan untuk memberikan pelayanan terbaik. Sebagai contoh, kata Setia, para pramudi bukan hanya harus menerapkan 5S, senyum, salam, sapa, sopan, dan santun (5S) tetapi juga sudah dibekali dengan customer oriented, tidak heran selain ramah para pramudi DAMRI juga sangat helpful selama perjalanan.
Revitalisasi Stasiun untuk Kenyamanan Pelanggan
Tidak hanya itu, DAMRI juga merevitalisasi fasilitas stasiun untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.
“Kami menyiapkan loket, automatic gate yang memfilter penumpang sesuai tiket, ruang tunggu, mushola, kamar mandi modern, hingga lounge eksklusif bagi para pemudik yang menggunakan bus Imperial Suite. Untuk difabel, kami sediakan kursi roda, signed board, dan tempat duduk khusus,” ucap Agus.
Di dalam lounge, para pemudik bisa beristirahat dengan nyaman, juga tersedia musala hingga toilet. Semua itu dilakukan sebagai komitmen DAMRI akan pentingnya memberikan pelayanan berkualitas internasional.
“Revitalisasi stasiun hanya one of them (peningkatan pelayanan), selain itu banyak sudah dilakukan untuk mendukung jalannya mudik ini seperti pengecekan armada, tes kesehatan pramudi, sistem dan culture. Kami juga memenuhi standar internasional,” tutur Direktur Utama DAMRI Setia N. Milatia Moemin.
Lebih lanjut, perempuan yang meraih gelar Master in Strategic Management dari Christian University California ini menyatakan bahwa DAMRI telah lulus sejumlah sertifikasi berstandar internasional.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, sesuai standar internasional, Standar internasional untuk bisa melayani. Kenapa standar internasional? karena kita itu bangsa terhormat. Hal itu bisa kita lihat seperti tokoh-tokoh Indonesia yang mendunia Syahrir, Yamin, Mochtar, dan lainnya,” ucap tokoh penting dalam industri transportasi di Indonesia tersebut .
Ia kemudian menyebutkan tokoh-tokoh diplomat ulung di masa lampau seperti Sutan Syahrir, Mochtar Kusumaatmadja, dan lainnya yang menjadi inspirasi pelayanan DAMRI. “Bangsa terhormat harus dilayani secara terhormat,” tuturnya dengan nada bangga.
Komitmen untuk memberikan pelayanan berkelas dunia antara lain ditunjukkan juga dengan pelayanan berkualitas memercayakan pengelolaannya kepada RESKA Multi Usaha atau disebut KAI Services anak perusahaan PT KAI.
Berkat komitmennya tersebut, DAMRI telah meraih sertifikasi tingkat internasional antara lain ISO 37001:2016 (Sistem Manajemen Anti Penyuapan), ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu), dan ISO 45001:2018 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja), serta sederet penghargaan bergengsi nasional maupun internasional.